“Pengasapan itu akan efektif jika di lakukan tepat. Harus sesuai dengan SOP, harus mengikuti aturan. Tidak seperti sekarang ini, saya lihat banyak sekali kesalahan dalam melakukan pengasapan,”kata Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman Institut Pertanian Bogor Profesor Upik Kesumawati dalam gelaran acara Minyak Telon My Baby.
Upik menjelaskan, pengasapan harus dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam menggunakan mesin dan memahami tempat-tempat yang disukai nyamuk untuk bersarang. "Saya sering lihat pengasapan bisa dilakukan oleh siapa saja seperti satpam. Padahal, kan, tidak punya kemampuan untuk itu sehingga tidak tepat sasaran," ungkap Upik.
Menurut Upik, waktu yang tepat untuk melakukan pengasapan adalah pagi atau sore hari. Di waktu-waktu ini, nyamuk Aedes sedang beristirahat dan angin belum terlalu kencang. Pengasapan juga mesti menjangkau seluruh ruangan di dalam rumah, bahkan ke setiap sudut ruangan dan radius 100 meter dari pemukiman. Lokasi yang lembap dan kotor seperti gantungan pakaian, bagian bawah lemari, dan tempat air tergenang harus diberi perhatian ekstra.
Saat melakukan pengasapan, kata Upik, meski anggota keluarga, termasuk anak-anak tidak berada di dalam ruma. Pastikan pula makanan dan benda lain tertutup agar tidak terkena asap.”Ini saya melakukan pengasapan harus di lakukan secara hati-hati sekali dan di awasi,” ucap Upik.
Pengasapan akan lebih efektif jika dilakukan dua kali, selang satu pekan setelah pengasapan yang pertama. Menurut Upik, fogging kedua dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa yang saat pengasapan pertama masih berupa telur atau jentik nyamuk.


Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.