0

Pernah merasa jengkel saat mendengar suara orang mengecap makanan atau bersuara saat
minum, atau ketukan jari jari diatas meja ? jika jawabannya dari pertanyaan diatas adalah
“ iya “ bisa jadi kamu mengalami misophonia


Berdasarkan dari laporan laman independent misophonia adalah kondisi neurofisiologis
dimana orang memiliki reaksi negatif yang ada proporsional terhadap suara tertentu
orang dengan kondisi seperti ini sangat sadar sekali bahwa mereka sedang bereaksi berlebihan



Terhadap suatu suara tertentu, namun sayang nya mereka tidak bisa mengendalikan
reaksi tersebut saat timbul, ada berbagai banyak pemicu yang menyebabkan reaksi
dari orang - orang yang menderita reaksi yang timbul


Pemicu utama adalah suara yang terkait dengan mulut, makanan ataupun suatu alat
bernafas atau suara hidung dan suara jari atau tangan, bukti menunjukkan rasa benci
pada suara ini berkembang saat masa kecil dan cenderung memburuk seiring waktu berjalan


Orang dengan misophonia biasanya semakin bereaksi jika pemicunya disebabkan oleh anggota
keluarga nya sendiri, ketimbang dari orang lain, ini tentu nya dapat membuat acara makan
bersama keluarga berantakan, coba dibayangkan bagaimana seandainya di posisi kalian ?


Bagi mereka penderita kelainan seperti ini cenderung lebih emosional, biasanya hal yang
paling umum adalah amarah yang memuncak mulai dari gangguan ringan sampai
kemarahan ekstrim, mereka juga dapat merasakan respon emosional yang kuat
lainnya seperti kecemasan atau jijik


Para peneliti telah menyelidiki apakah misophonia terkait dengan kondisi kejiwaan
atau fisik lainnya, seperti tinnitus gangguan obsesif - kompulsif gangguan makan atau
gangguan setres pasca - trauma, bukti menunjukkan walaupun faktor - faktor itu
mengarah kepada beberapa


Asosiasi dengan kondisi ini, namun hal itu tidak dapat menjelaskan sepenuh nya
tentang gejala misophonia, dengan kata lain ini menunjukkan misophonia adalah
kondisi yang terpisah dan independen dalam diri manusia itu sendiri


Jadi setiap kali seseorang dekat dengan suara yang dianggap mereka sangat buruk
dan perhatian mereka terpaku pada hal tersebut, satu satu nya pilihan adalah melawan
atau melarikan diri, sebuah riset mengatakan penderita penyakit ini menemukan 30 persen



Penderita menjadi sangat agresif secara verbal ketika mendengar suara pemicu mereka
sementara itu sebesar 17 persen lebih mengarahkan agresi mereka terhadap suatu objek
dan sebesar 14 persen melaporkan mereka secara fisik sangat agresif yang dimana


Mereka sangat agresif terhadap orang sekitar, apa lagi disaat mereka mendengar
suara pemicu penyakit itu kambuh, dan pada umum nya para penderita misophonia
merasakan efek negatif dari hal itu pada kehidupan mereka, sehingga mereka sering
menghindari situasi sosial

Sampai merusak hubungan mereka, celakanya lagi beberapa penderita berpikir kalau
kelainan ini telah mengambil kehidupan mereka seperti biasanya, dan mereka berpikir
kehidupan mereka akan sia sia jika penyakit ini terus memasuki kedalam hidup nya

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top