0

DPR EVALUASI PENJARA SETELAH TERJADI KERUSUHAN BRIMOB

DPR EVALUASI PENJARA SETELAH TERJADI KERUSUHAN BRIMOB

Setelah kerusuhan penjara yang dipicu oleh narapidana teroris yang menewaskan beberapa anggota polisi, anggota komisi hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masinton Pasaribu mendesak Unit Brigade Mobil Polisi Nasional (Brimob) untuk mengevaluasi manajemen pusat penahanan.

"Polisi harus melakukan evaluasi tentang bagaimana mereka mengelola pusat penahanan mereka, terutama Brimob, untuk mencegah kasus serupa terulang kembali," kata Masinton hari ini.

Namun, Masinton mengatakan bahwa dia belum menerima laporan lengkap tentang kerusuhan penjara dan memutuskan untuk tidak berspekulasi lebih lanjut tentang penyebab kerusuhan itu.

Masinton mengatakan bahwa kerusuhan penjara yang melibatkan narapidana teroris dan penjaga penjara telah terjadi beberapa kali, seperti yang terjadi pada bulan November 2017. Dia meminta polisi untuk memberikan perhatian penuh pada kasus seperti itu.

“Jika ini terjadi dua kali, ini berarti ada masalah. Entah [masalah terkait dengan] narapidana teroris atau penjaga keamanan, ”kata Masinton.

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa insiden itu terjadi setelah unit polisi anti-terorisme khusus (Densus 88) menangkap tiga tersangka yang diduga terkait dengan kelompok radikal Jamaah Ansharut Daullah (JAD). Mereka ditahan di pusat penahanan Brimob.

Ketiga terpidana teroris, M. Mulyadi, Abid Faqihuddin, dan Anang Rachman, ditangkap ketika merakit bom Triacetone Triperoxide (TATP) dan berencana melancarkan serangan bunuh diri di beberapa kantor polisi di Bogor, Jawa Barat.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top