0

Setelah kejadian meledaknya bom bunuh diri di tiga lokasi berbeda gereja di Kota Surabaya, pada akhirnya Pendeta dari GPPS ( Gereja Pusat Pantekosta Surabaya ) yang berlokasi di Jalan Arjuna, Sawahan Surabaya, mau memberikan penjelasan secara resmi berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di tiga gereja tersebut.

Pendeta Jonathan Bintoro selaku perwakilan dari Gereja Pusat Pantekosta Surabaya ( GPPD ), menyatakan bahwa tragedi bom bunuh diri tersebut terjadi ketika dirinya sedang memimpin ibadah dan tengah mengumumkan berita gereja kepada para jemaat.

"Belum selesai pengumuman selesai tiba - tiba ada bunyi ledakan begitu dahsyat. Saya hanya lihat api dan asap hitam pekat, tidak dapat melihat apa - apa. Peristiwa sangat cepat," ungkap Pdt Jonathan Bintoro saat menggelar konferensi pers di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS), Senin (14/5/2018).

Dan pihaknya pun menghimbau para jemaat untuk tetap tenang dan tidak panik serta tidak menggunakan lift untuk keluar dari gereja. Dirinya meminta agar para jemaat nya keluar menggunakan pintu yang mengarah ke Jalan Bromo bukan pintu yang mengarah ke Jalan Arjuna yang pada saat itu di penuhi asap hitam.

"Kebetulan pintu depan berada di Jalan Arjuna sementara pintu belakang kami ada di Jalan Bromo. Sehingga saya minta jama'ah keluar dari pintu belakang," ujarnya kembali.



Dirinya pun bersamaan dengan ratusan jemaat lain keluar dari gereja melalui pintu belakang dengan selamat. Akan tetapi dirinya sempat menyaksikan secara langsung puluhan orang korban yang merupakan jemaat serta warga setempat yang melintas menjadi korban.

"Kami sempat lihat di luar itu asap masih mengepul. Dan maaf, daging manusia yang berceceran. Itu sangat mengerikan sekali," tandasnya.

Dirinya juga meminta agar pemerintah memberikan perlindungan serta kebebasan untuk beribadah sebagaimana kewajiban dari masing - masing agama seperti yang sebelumnya telah di tetapkan oleh undang - undang yang berlaku.

"Kami percaya semua agama mengajarkan kebaikan makanya kami punya kerinduan umtuk beribadah dengan aman," pungkasnya.

LIHAT JUGA : SURABAYA TOLAK PENGUBURAN MAYAT SEPAKET KELUARGA TERORIS

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top