0

Bank indonesia [BI] meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terlalu
khawatirkan mengenai nilai tukar rupiah, sampai melewati level Rp 14.000
per dollar AS, kondisi ekonomi Indonesia disebut baik baik saja
“ jangan terlalu di bawa pikiran jika memang Rupiah kita akan tembus Rp 14.000
seolah - olah kita akan mengalami kesulitan besar, karena faktor ekonomi juga
bisa di signifikan “ ucap kepala departemen pengelolaan moneter BI Nanang
Hendarsyah, digedung BI, menurut nanang sampai saat ini pemehana  rupiah
ada di kisaran 0,22 persen dalam sebulan, tekanan yang dialami oleh rupiah
mengatakan bahwa tidak seburuk yang dialami oleh negara lain
“ mohon ini di pahami bahwa kita tetap terkendali karena dampak nya terhadap
ekonomi inflasi, impor PDB itu dilihat dari perubahannya bukan level nya “ ucap
papar nanang, intervensi yang dilakukan oleh bank sentral, ungkap nanang
Bukan untuk menjaga rupiah di level - level, tertentu melainkan menjaga
volatilitasnya dibandingkan dengan negara lain ucap dirinya di negara lain
dia mengatakan volatilitas indonesia relatif terjaga di kisaraan 5 persen
Menurut nanang dengan menjaga nilai volatilitas akan lebih menarik bagi
investor dibangindkgan menjaga level rupiah, karena kata dia nilai tukar
mata uang sangat tergantung dengan dinamika perekonomian global

Ada juga volatilitas yang terkendali menunjukkan kondisi fundamental
perekonomian, sebagai informasi hari ini kurs rupiahdi tutup pada level
Rp 13.940 per dollar AS dengan volatilitas 5,7 persen , mata uang dengan
pelemahan terdalam ada Rupee, Bath, Ringgit, dollar singapura dan korea

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top