0

Menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan [Polhukam] Wiranto mengatakan
narapidana teroris telah merampas 30 pucuk senjata dari polisi dan saat ini kerusuhan
dan penyanderaan di Markas Komando [Mako] Brimob


Yang dimana seluruh senjata itu akhirnya diserahkan saat 145 dari 155 narapidana
teroris menyerahkan diri usai di ultimatum oleh pihak kepolisian mereka di
ultimatum dan diberi pilihan untuk menyerah atau di serbu



“ 145 dari 155 narapidana keluar satu persatu menyerah tanpa syarat, senjata
ditinggal 30 pucuk senjata yang mereka sita dari aparat keamanan “ ucap wirando
disaat sedang jumpa pers di Mako Brimob, Depok Jawa barat tersebut


Kemudian 10 narapidana teroris yang lain yang pada awal nya bersikeras
melawan dan pada akhirnya menyusul menyerahkan diri, sebelum nya kepala
biro penerangan masyarakat polri, Brigadir jenderal [Pol] Muhammad Iqbal
menduga para narapidana teroris bisa mendapatkan


Senjata lantaran merampas milik polisi, selain itu dia menduga para narapidana
teroris itu juga menjebol ruang penyimpanan barang bukti, “ yang jelas senjata
itu diduga kuat dari hasil rampasan dari rekan - rekan terbaik kami yang gugur
tersebut, dan juga mereka menjebol


Terhadap ruangan penyimpanan barang bukti “ ucap Iqbal saat di temui didalam
Markas Komando [Mako] Brimob, Depok, hal tersebut telah disampaikan oleh
Wakapolri Komisaris Jenderal [Pol] Syafruddin, dia menyatakan bahwa
narapidana teroris di markas komando


Brimob depok, sempat merebut senjata milik polisi dengan jarak tembak
500 - 800 meter, karena itu polisi langsung memblokade jalan didepan
kompleks Mako Brimob jalan yang ditutup mulai dari gereja GPIB Gideon
hingga perempatan universutas gunadarma


Selain itu polisi juga melarang wartawan untuk masuk kedalam markas brimob
tersebut, “ kenapa wartawan dilarang untuk masuk dan tidak di izinkan
dikarenakan penyandera memiliki senjata yang diambil dari anggota polri
ada senjata panjang yang jarak tembak nya 500 - 800


Meter, sehingga itu bisa menjangkau ke arah jalan “ ucap syafruddin di mako
brimob, sebelum nya kerusuhan sudah terjadi di Rutan cabang salemba, Mako
Brimbo kepala dua, depok sejak selasa malam, meski sempat ada perlawanan
namun 155 tahanan rutan cabang salemba yang



Ada dalam mako brimob akhirnya menyerahkan dirinya pada hari kamis pagi,
mereka langsung di pindahkan ke lapas pasir putih, nusakambangan, dari aksi
seperti ini lima yang telah disandera gugur dan seorang napi teroris tewas atas insiden ini

Dan hanya seorang sandera terakhir yakni Bripka Iwan Sarjana bisa dibebaskan
dalam kondisi selamat pada hari kamis, namun Iwan telihat dapat luka luka dan
langsung dirawat di RS Polri Kramat Jati untuk di rawat

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top