0


Deny Triyanto, mayat dalam karung yang di temukan di kawasan hutan jati wilayah Desa Kalisari Kecamatan Randublatung Blora semasa hidupnya menjalani aktifitas sebagai anak punk. Hal tersebut di ungkapkan oleh keluarga nya yang mengakui bahwa Deny tergabung dalam komunitas anak jalanan itu. Bahkan Deny di sebut keluarga jarang berada di rumah.

Juremi, paman korban menyebut keponakan nya tersebu kerap pergi bersama teman-teman nya hungga berhari-hari. Pilang ke rumah hanya sesekali saja, itu pun tak pernah dalam waktu yang cukup lama.”Keseharian nya kadang pulang, kadang tidak. Itu dia kan ikut anak-anak punk gitu. Kemarin 2 hari pulang, terus pergi pulang sehari, terus pergi lagi. Lha yang terakhir itu tanggal 7 pergi, tanggal 8 sempat kasih kabar lagi di Randublatung,”kata Juremi.

Deny yang masih berusia 16 tahun, menurut Juremi tidak sekolah lagi. Terakhir mengenyam pendidikan di salah satu MTs Negeri di Kecamatan Jepon, Blora. Namun kemudian Deny keluar dan ikut bergabung dengan amak-anak punk.

“Belum SMA, putus sekolah pas masih MTs. Ya terus ikut-ikutan itu jadi anak punk,”kata Juremi. Pengungkapan identitas Deny sendiri bermula ketika keluarga nya membaca pemberitaan di sejumlah media. Ciri-ciri berupa tato bintang dan tato tulisan Mbeng di bagian dada korban yang kemudian meyakinkan keluarga.

“Mbaknya Deny ini lihat di berita kok ada tato bintang di tangan nya yang sama dengan tato yang di miliki oleh adik nya. Terus tadi kita coba cek ke rumah sakit, pas keluarganya dari penyimpanan jenazah itu, ternyata benar. Ada tato tulisan Mbeng di bagian dadanya, itu ya Deny,”jelasnya.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top