0

Berbagai kendala dapat menghalangi seseorang dalam menggapai mimpinya, hal ini yang sering terjadi di dunia, hal ini juga yang dialami seorang pria yang bernama Terry Fox, cita cita nya itu untuk menjadi atlet besar terhenti

Karena penyakit yang dia derita itu, tapi dia tidak menyerah dan tetap berusaha untuk menggapai mimpinya meski dengan keterbatasan yang dimilikinya itu, terry fox adalah seorang mahasiswa kinesiologi atau ilmu gerak di Simon, Inggris


Pada tahun 1995 fox memutuskan untuk bergabung dengan tim basket di kampusnya, pria ini diketahui memang ingin sekali menjadi seorang atlet karena memiliki ketertarikan yang cukup besar untuk dirinya itu

Dan dirinya lebih suka olahraga di bidang bisbol, sepakbola, ruqbi, dan basket yang menjadi salah satu olahraga yang digemari oleh dirinya itu sejak kecil

Oleh karena itu dia sangat senang sekali saat mulai bergabung dengan tim basket di kampus nya, namun hal buruk terjadi ketika fox baru saja menekun hal yang digemarinya itu, dia didiagnosis menderita penyakit kanker tulang disaat usianya memasuki angka 16 tahun

Fox yang diketahui menderita penyakit kanker itu karena dari kecelakaan yang dia alami semasa dia meranjak dewasa, dimana dia mengalami kecelakaan mobil yang dia kendarai nya itu

Dari semenjak kecelakaan itu dia sering sekali mengeluh sangat sakit di lutut nya, namun dia terus menerus mengabaikannya meski keluarga nya telah meminta dirinya untuk pergi ke rumah sakit untuk mengecek penyakit nya

Disaat dia mengalami sakit itu dia semakin menjadi yang dimana suatu hari dia memutuskan untuk pergi kerumah sakit, dan berdasarkan keterangan dari dokter, dia mengidap penyakit osteosarcoma

Ketika itu kanker yang diderita oleh Fox sudah cukup dikatakan parah, dokter pun memutuskan untuk mengamputasi kaki atlet muda itu, dengan melakukan hal tersebut akhir nya fox dapat bertahan hidup lebih lama lagi

Jelang tiga pekan setelah operasi, Fox bisa berdiri kembali dengan bantuan kaki palsu yang dia pesan itu, dia dapat dengan mudah beradaptasi dengan kaki baru nya tersebut, dan menurut fox dengan adanya bantuan ini dia bisa melanjutkan kelangsungan hidup yang dia alami itu

Fox memang tidak pernah patah semangat bahkan dia memutuskan untuk bermain golf bersama ayah nya, saat masa kemoterapi, dia juga belajar bermain basket menggunakan kursi roda, setelah berlatih selama dua bulan

Dia akhirnya resmi bergabung menjadi anggota tim kejuaraan nasional di edmonton, dan dia berhasil memenangkan tiga gelar nasional bersama tim nya itu, fox menjadi bintang asosiasi bola basket kursi roda amerika utara sepanjang 1980

Tidak hanya itu pada tahun 1980 fox mengikuti marathin of hope sejauh 5.000 kilometer pada musim panas itu, dengan bantuan kaki palsunya itu hasil ini dilakukan demi mengumpulkan dana dalam penelitian kanker

Dia ingin sekali membantu untuk mengumpulkan USD1 juta atau sekitar Rp 13 miliar dari marathon of hope, dalam tindakan dirinya itu Fox telah menepis penilaian orang lain yang menganggap tidak dapat bertahan hidup lama


Perjalanan Terry Fox menjadi suatu yang tidak terlupakan untuk dunia, lantas karena berkat aksi dan jiwa besar dirinya itu dia berhasil mengumpulkan dana sebesar USD25,30 juta,

Dia juga telah mewujudkan cita citanya menjadi seorang atlet berkat semangat positifnya itu, Terry Fox akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 28 juni 1981, atas kematiannya itu masyarakat nasional berduka atas kepergian dirinya

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top