0

Pelican Crossing Akan Mengganti JPO Di Bundaran HI

Pelican Crossing Akan Mengganti JPO Di Bundaran HI

The Pelican Crossing yang menggantikan Jembatan Pejalan Kaki (JPO) di sekitar bundaran Hotel Indonesia diakui bermanfaat bagi pejalan kaki. "Ini lebih baik karena JPO membuat saya kehilangan nafas (menyilangkannya)," kata Arnold (32), Rabu, 1 Agustus.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Sugeng Hariyadi (48). "Ini terlihat lebih luas dan lebih menarik," katanya. Mengenai waktu penyeberangan yang hanya 13 detik, baik Arnold maupun Sugeng tidak merasa keberatan. Menurut Sugeng, waktu itu cukup karena hanya untuk satu ruas jalan Jalan MH Thamrin.

Petugas Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memberhentikan kendaraan saat masyarakat menyebrang di Pelican Crossing, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, 31 Juli 2018. Tempo / Adam Prireza

Jalan ini dibagi menjadi dua segmen, mengarah ke Jalan Sudirman dan Medan Merdeka Barat dengan total waktu penyeberangan 30 detik. “Karena dibagi menjadi dua perjalanan, itu sudah cukup,” kata Sugeng.

Pengguna Pelican Crossing lainnya, Arvit, (34) tidak menyangkal kenyamanan bagi pejalan kaki. Namun, dia masih lebih suka JPO. "JPO akan mematahkan aliran lalu lintas," kata Arvit.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menggantikan JPO Hotel Indonesia dengan Pelican Crossing karena alasan estetika. Menurut Anies, JPO menghalangi pandangan Monumen Selamat Datang. Dalam menyambut Asian Games 2018, Anies ingin mengembalikan fungsi monumen untuk menyambut atlet Asian Games, seperti pada tahun 1962.

Anies juga menganggap bahwa JPO tidak bersahabat dengan penyandang cacat dan orang tua. The Pelican Crossing akan terus digunakan sampai jembatan penyeberangan pejalan kaki bawah tanah oleh PT MRT dibangun sepenuhnya.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top