0

Nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS berpotensi besar melemah sepanjang pekan ini, menyusul kenaikan fed fund rate dan sebagai dampak kekhawatiran dari perang dagang amerika serikat dengan china, walaupun secara umum dampak tersebut akan dialami juga oleh mata uang negara
Berkembang lain nya juga, “ tupiah terancam sekali terus menerus melemah
pekan ini karena masalah perdagangan menggerus selera pada mata uang
beresiko, pasar akan memantau terus apakah apresiasi dollar membuat nilai
tukar rupiah bergerak menuju Rp 13.950 “ ucap analyst forex
Lukman mengatakan ketegangan perdagangan dunia International ini antara
Amerika serikat dengan china semakin memperburuk kondisi perekonomian
untuk negara berkembang tersebut, karena dengan ada nya kenaikan fed
fund rate dikhawatirkan juga akan ada arus keluar modal
Atau Outflows dalam jumlah yang cukup besar untuk beberapa waktu ke
depan nya, “ perang dagang dapat menimbulkan suatu kekhawatiran
karena memburuk nya proteksionisme global yang berdampak negatif
pada pertumbuhan pasar berkembang, karena itu mata uang dan saham pasar
Berkembang dapat semakin melemah “ ucap Lukman tersebut, sebelum nya
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan akan membahas
sebuah tantangan dari faktor eksternal terhadap ketahanan rupiah di
pasar global tersebut
Pembahasan akan di lakukan dalam rapat dewan Gubernur [RDG] yang
dijadwalkan pada 27 dan 28 juni mendatang, jawaban terhadap sebuah
tantangan faktor eksternal itu, menurut perry, dapat dalam bentuk kebijakan
kenaikan suku bunga acuan atau BI 7 – Day repo rate yang disertai

Dengan relaksasi kebijakan Loan To Value [LTV] untuk mendorong sektor
perumahan, suku bunga acuan sudah di naikkan dua kali pada bulan mei
2018, dengan masing masing kenaikan 25 basis poin yang menjadikan
BI 7-Day Repo Rate kini menjadi 4,75 persen

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top