0


Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto ini juga membenarkan adanya tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah terpapar radikalisme.

Wawan juga menuturkan, bahwa hasil pengembangan pada tahun 2018 tersebut mengungkapkan bahwa sebanyak 39 persen mahasiswa di 15 provinsi ini menunjukkan ketertarikannya pada paham radikal.

"Terkait dari tujuh PTN yang terpapar oleh radikalisme dan 389 persen mahasiswa di 15 provonsi ini tertarik dengan paham radikal, benar adanya," katanya saat ditemui di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

BACA JUGA : Menteri Perhubungan Peringatkan Grab dan Go-Jek

Dia juga menjelaskan bahwa kadar ketertarikan mahasiswa terhadap paham radikalisme dikategorikan ke dalam tiga tingkat, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Namun, dia juga menuturkan bahwa ketertarikannya tersebut lebih kepada apa yang disebutnya sebagai empati. Meski begitu, pencegahan sejak dini diperlukan, agar empat tersebut tidak berkembang menjadi partisipasi.

"Kadarnya ada yang rendah, sedang, dan juga tinggi, tapi ini lebih ke simpatisan. Kalau dibiarkan nanti akan menjadi empati lalu akan menjadi partisipasi. Maka tahap awal ini bisa terdeteksi," terangnya.

BACA JUGA : Inilah Tren Makeup 2019, Bernuansa Merah Hingga Tampilan Alami

Wawan pun juga menegaskan informasi mengenai daftar PTN yang terpapar oleh radikalisme yang tidak akan disebarkan kepada publik. Hal ini dilakukan demi mencegah hal-hal yang negatif bagi Universitas terkait. BIN hanya akan membagi informasi itu kepada rektor Universitass terkait, agar dapat mengambil tindakan dalam pencegahan.

"Data PTN yang dimaksud ini hanya disampaikan kepada pimpinan Universitas tersebut untuk evaluasi, deteksi disini, dan juga mencegah dini, tidak untuk konsumsi publik, guna menghindari hal-hal yang merugikan Univertas tersebut," ucap Dia.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top