Komisi Pemberantas Korupsi [KPK] mendalami informasi terkait proses pembayaran uang muka pemesanan helikopter angkut agustawestland [AW]-101 di TNI Angkatan Udara Tahun 2016-2017, kasus dugaan korupsi itu diduga merugikan negara Rp 230 miliar
KPK juga memeriksa bagian marketing untuk funding officer bank BRI cabang Mabes TNI cilangkap bayu nurpratama sebagai saksi untuk tersangka Irfan Kurnia saleh di gedung KPK
“ pada saksi yang kita dalami untuk mencari informasi terkait proses pembayaran uang muka pemesanan Heli AW-101 yang menggunakan sarana perbankan saat itu “ ucap juru bicara KPK Febri Diansyah
Sebelum Pom TNI menetapkan lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland [AW]-101 di TNI angkatan udara tahun 2016-2017 ini, dua diantaranya adalah Jenderal TNI AU
Dan lima lagi adalah kolonel Kal FTS SE sebagai kepala unit pelayanan pengadaan, lalu Marsekal Pertama TNI FA yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen [PPK] dalam pengadaan barang dan jasa itu
Selanjut nya juga ada Letkol Administrasi WW selaku pejabat pemegang kas atau pekas, Pelda [Pembantuan Letnan Dua] SS staf pekas yang menyalurkan dana ke pihak pihak tertentu itu, ada juga seorang jenderal berbintang dua Marsda TNI SB yang selaku asisten perencanaan
Kepala staf angkatan udara ini, sampai saat ini jenderal bintang dua inilah tersangka dengan pangkat paling tinggi, KPK juga menetapkan satu orang tersangka dari unsur swasta dalam penyelidikan kasus itu, yaitu Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh
Presiden yang meminta langsung kepada Panglima TNI bekerja sama dengan KPK untuk mengusut tuntas pembelian helikopter yang awal nya di usulkan untuk helikopter kepresidenan,
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.