0

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo [Jokowi] dan Wakil Presiden [Jusuf Kalla], Indonesia kini kerap sekali berada dibarisan terdepan dalam membantu penyelesaian konflik di berbagai negara politik

Hal ini tunjukkan dengan berperan aktif dalam penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai negara, dalam tiga tahun masa kepemimpinan Jokowi-Jk, aksi nyata dan terbaru Indonesia dalam mewujudkan Nawacita tersebut diwujudkan nya


Dengan bertekad menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan [DK] Perserikatan Bangsa Bangsan [PBB] dalam periode 2019-2020, kampanye ini terus di lakukan pemerintah Jokowi-JK sejak tahun lalu itu

Menurut Wakil Presiden JK, alasan utama yang membuat Indonesia ingin sekali menjadi anggota tidak tetap DK PBB yaitu karena ingin menjaga keamanan dunia sesuai tujuan Indonesia, hal ini bahkan tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar [UUD] 1945

Untuk mewujudkan nya Pemerintah Kerap mempromosikan Indonesia di berbagai kesempatan, salah satu nya terlihat ketika JK menghadiri sidang umum ke 71 PBB yang diadakan pada 19-20 september 2016 lalu di New York AS itu

JK tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di sidang majelis umum ke-72 PBB yang digelar di New York, AS pada 2017 JK kembali memaparkan alasan Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, dia menekan bahwa tugas itu merupakan cita cita Indonesia sejak dulu

“ ini merupakan tugas konstitusional kita, jadi bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk masyarakat dunia, konstitusi kita tegas menyatakan ikut serta menciptakan perdamaian dunia “ ucap Wapres Jusuf Kalla di Markas besar PBB

Mengamini pendapat JK, juru bicara kementerian luar negeri [Kemenlu] RI, Arrmanantha Nasir, juga cukup menjelaskan keuntungan yang bisa didapat Indonesia jika menjadi anggota tidak tetap PBB ya salah satu nya itu

Membuat Indonesia lebih berperan dikancah dunia sehingga perjuangan yang dilakukan Tanah Air selama ini akan semakin terlihat dalam berbagai isu dunia, nyatanya saja kali ini Indonesia berupaya meraih kursi di DK PBB


Ya setidak nya tiga kali Indonesia menduduki kursi dewan yang cukup vital di PBB tersebut, Indonesia pertama kali menjadi anggota tidak tetap PBB pada periode 1973-1974 lalu Indonesia kembali di percaya untuk menduduki posisinya

Pada tahun 1994-1995 ketika itu Indonesia menang secara menyakinkan dengan memproleh 164 suara dari 170 negara yang ikut pemilihan itu, jumlah ini memenuhi minimal suara yang dibutuhkan untuk secara resmi menjadi anggota

Indonesia terakhir kali menjabat sebagai anggota tidak tetap PBB pada periode 2007 - 2008, Indonesia bersama Belgia, italia, dan afrika selatan mulai mengembangkan tugasnya di DK PBB pada 1 januari 2007

Seperti ketika bertemu dengan pemerintah Georgia pada 13 - 16 Mei 2017 saat itu secara terbuka pemerintah Georgia yang diwakili oleh menteri luar negeri David Zalkaliani menyatakan dukungannya untuk Indonesia

Dengan melihat dukungan yang sudah berhasil dikantongi oleh Indonesia ya tidak heran kalau Indonesia di klaim sudah siap berkontribusi sebagai anggota tidak tetap DK PBB apa lagi RI selama ini telah berperan yang cukup aktif

Untuk menjaga ketertiban dan perdamaian dunia dengan berinisiatif dialog dalam berbagai forum yang ada, dialog itu digelar dengan prinsip prinsip kemanusiaan universal yang selama ini di lingkup ASEAN

Indonesia juga bersama negara negara lainnya sudah melakukan preventive diplomacy di kawasan Asia Tenggara dan konteks yang lebih luas melalui ASEAN Regional Forum dengan melihat kiprah Indonesia

BACA JUGADEMI MENJAGA PERKEBUNAN NYA PARA PETANI MENEBAR 10 EKOR BURUNG HANTU DIDAERAH TERSEBUT UNTUK MEMBASMI PARA TIKUS

Bukan tidak mungkin lagi kalau presiden Jokowi dan Wapres JK dapat merebut kembali kedudukan sebagai anggota tidak tetap DK PBB yang di umumkan tahun depan, jadi apakah Indonesia akan menjadi bagian DK PBB atau tidak

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top