0


Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya meyakinkan Korea Utara tentang keuntungan jika mau melepaskan program persenjataan nuklirnya.

Melalui serangkaian tweet menjelang keberangkatannya ke Vietnam untuk pertemuan tingkat tinggi
dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Trump turut memuji China dan Rusia karena menegakkan sanksi terhadap Pyongyang. Tak lupa pula, Trump menegaskan tentang hubungan baiknya dengan Ketua Kim.

"Ketua Kim menyadari, mungkin lebih baik daripada siapa pun, bahwa tanpa persenjataan nuklir, negaranya dapat dengan cepat menjadi salah satu negara kekuatan ekonomi besar di dunia."

"Karena lokasinya, rakyatnya (dan dirinya), negara itu memiliki potensi untuk tumbuh dengan lebih cepat dibandingkan bangsa mana pun," tulis Trump, Minggu (24/2/2019).

Pada bagian lain dari twitnya, Trump juga menyanjung Presiden China Xi Jinping, dengan mengatakan bahwa pertemuan dengan Kim tidak akan dapat terwujud tanpa dukungan darinya.

"Hal terakhir yang diinginkan China adalah senjata nuklir berskala besar yang ada tepat di sebelah wilayahnya. Sanksi yang ditempatkan di perbatasan oleh China dan Rusia sangat membantu," tulis Trump.

Trump dijadwalkan untuk kembali bertemu dengan Kim Jong Un di Hanoi, pada Rabu (27/2/2019) mendatang.

Pertemuan yang digelar selama dua hari di Vietnam tersebut akan menjadi lanjutan dari pertemuan bersejarah yang terjadi pada Juni tahun lalu di Singapura.

Trump pun mengatakan, dirinya dan Kim sama-sama mengharapkan akan adanya kemajuan dari kesepakatan yang dibuat saat pertemuan pertama di Singapura, yakni denuklirisasi Semenanjung Korea.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top