0


Presiden AS Donald Trump mengatakan akan akan melakukan perbincangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang krisis yang di alami oleh Venezuela.”Kami mungkin akan berbicara pada titik tertentu,”Trump, Sabtu (30/3).

Selain akan membahas dengan kedua pemimpin  dua Negara tersebut, Trump juga akan membuka peluang membicarakan tentang masalah yang di alami oleh Venezuela dengan pimpinan Negara lainnya.”Saya akan berbicara dengan banyak orang , mungkin Presiden Putin, mungkin Presiden Xi dari Cina,”kata Trump.

Trump juga akan membuka kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi kepada perusahaan dari Negara lain yang berbisnis minyak dengan Venezuela. Penasehat Kemanan Nasional Trump John Bolton mengatakan ancaman sanksi tersebut di keluarkan untuk memotong pendapatan Presiden Nicolas Maduro.

“Kami bergerak tepat kearah itu. Kami bahkan sekarang sedang melihat serangkaian langkah langkah yang kami ambil,”kata Bolton. Sebagai informasi minyak memberikan 90 persen pendapatan ekport untuk Venezuela. Sebelum memberikan ancaman tersebut, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada perusahaan minyak milik Negara Venezuela, PDVSA Januari.

Pemerintahan Trump belum memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan dari negara lain yang melakukan bisnis dengan PDVSA. Tetapi para pejabat AS telah melakukan "percakapan" dengan rumah-rumah perdagangan minyak dan pemerintah di seluruh dunia untuk meyakinkan mereka mengurangi hubungan mereka dengan Maduro dan Venezuela.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top