0


Gempa magnitude 5,8 di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyebabkan tanah longsor di kawasan Wisata Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (17/3). Akibat longsor dua orang di kabarkan tewas dan korban yang lainnya terjebak akibat longsor.

Sejauh ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat baru bisa mengevakuasi lima wisatawan yang sedang terjebak. Dua di antaranya di nyatakan telah meninggal dunia.”Dari informasi yang kami terima baru bisa di evakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang di rawat di Puskesmas Bayan,”kata Kepala BPBD NTB Muhammad Rum di Mataram, Minggu (17/3).

Kawasan air terjun yang longsor berada di bawah kaki Gunung Rinjani. Di antara wisatawan yang terjebak ada turis asing China dan Malaysia. Menurut dia, saat ini BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara sudah mengirimkan empat ambulans ke lokasi kejadian.

Sebelumnya Nusa Tenggara Barat telah di guncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR), Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 WITA, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan analisa Badan meteorology, Klimatologi dan Geofisika (BMKG}, menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinasi 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur kedalaman 10 kilometer (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top