0


Jepang di kunjungi 30 juta turis sepanjang tahun lalu. Hal ini membuat beberapa lokasi wisata di Jepang, mulai dari kuil hingga bar, berniat mengurangi kehadiran wisatawan. Selain untuk mengurangi jumlah pengunjung yang mengancam kenyamanan, mengutip Lonely Planet, Selasa (12/3), beberapa pemilik tempat wisata di Jepang juga mulai frustrasi dengan perilaku wisatawan yang tak mengindahkan tata krama, khususnya wisatawan yang datang dalam jumlah besar.

Selain Kuil Nanzoin. Kakujo Hayashi juga mengeluhkan overtourism yang telah terjadi selama sekitar 10 tahun belakangan. Pengelola Kakujo Hayashi menuturkan hampir setiap hari ada sekitar 30 bus yang datang ke tempat ini, sayangnya perilaku wisatawan lebih sering mengganggu kekhusyukan pengunjung yang datang untuk beribadah.

Mulai dari menyetel musik dengan volume yang terlalu keras hingga memasuki area sakral. Masalah ini rupanya tak hanya menimpa beberapa objek wisata yang memiliki unsur kearifan lokal, bahkan tempat hiburan seperti bar juga mengeluhkan perilaku wisatawan yang menurut mereka keterlaluan.

Pemilik bar bahkan kerap mengatakan kepada para wisatawan asing yang datang dalam jumlah besar, jika tempatnya sudah penuh.  Hal itu dilakukan karena beberapa kali wisatawan kedapatan membawa makanan dari luar, hingga mengubah mangkok menjadi asbak.

Overtourism di jepang di kenal dengan istilah Kanko Kogai atau polusi pariwisata. Kondisi ini telah menjangkiti beberapa kawasan seperti Kyoto dan Kamakura. Untuk menghindari hal buruk terus terjadi, Kementerian Pariwisata Jepang 'mengajak' wisatawan untuk mengeksplorasi daerah lain di Jepang selain Tokyo, tentunya sambil menjaga perilaku.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top