0


Bayi dari remaja asal Inggris yang kabur dari London untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, Shamima Begum, di laporkan meninggal dinia pada Jumat (8/3). Mustafa Bali, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa bayi bernama Jarrah itu meninggal di kamp penampungan mereka.

Kabur dari Inggris di usia 15 tahun, Begum kemudian menikahi seorang militant ISIS Yago Riedijk. Begum sempat melahirkan dua anak, tapi keduanya juga meninggal, layaknya anak yang ke tiga ini. Ketika ISIS mulai terdesak akibat gempuran besar besaran koalisi pimpinan AS. Riedijk menyerahkan diri ke SDF. Militan asing asal Belanda itu kemudian ditahan di kamp penahanan di Suriah.

Selama berada di kamp tersebut, Begum berulang kali mengatakan bahwa ia ingin pulang ke Inggris. Namun, pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya. Setelah mendapatkan kabar mengenai kematian anak ketiga Begum ini, pemerintah Inggris tak mengubah keputusannya.

"Kematian anak manapun merupakan peristiwa tragis dan sangat menekan keluarganya," demikian pernyataan juru bicara pemerintahan Inggris. Kementrian Luar Negeri terus mengingatkan untuk tidak bepergian ke Suriah sejak April 2011. Pemerintah akan terus melakukan apa pun untuk mencegah warga terjerumus ke dalam terorisme dan bepergian ke zone konflik berbahaya.

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

 
Top